Konperensi energi

07Nov10
sumber : deplu
Konperensi Energi  yang berlangsung pada tanggal 12-13 Oktober 2010 di Gedung Bergengsi  Rote Rathaus, Berlin, telah selesai  dan berhasil mencapai tujuannya untuk menyebarluaskan berbagai informasi terkait hydrocarbon dan Energi Baru Terbarukan (EBT).  Kegiatan internasional pertama yang digagas oleh PPI Jerman bekerjasama dengan KBRI Berlin dan Kementerian ESDM ini, dihadiri lebih dari 190 peserta, pemangku kepentingan di bidang energi terbarukan, baik dari Indonesia maupun Jerman.
Kepanitiaan dalam penyelenggaraan yang melibatkan peran aktif para mahasiswa Indonesia di Jerman tersebut, sekaligus merupakan wahana yang tepat bagi para generasi penerus untuk ikut memikirkan masa depan bangsa. Mereka datang dari seluruh kota Jerman untuk menyukseskan  pembahasan masalah yang dihadapi bersama.
Sebagaimana diketahui, permintaan energi di Indonesia terus mengalami peningkatan, dengan sektor industri sebagai konsumen utama energi. Energi tersebut sebagian besar dipenuhi oleh bahan bakar fosil seperti minyak, gas dan batubara. Namun ketersediaan energi itu terbatas,  diperkirakan dalam kurun waktu 20-30 tahun mendatang akan mengalami krisis energi. Untuk itu, pengembangan EBT  merupakan suatu alternatif penyelesaian yang mendesak.
Para ahli energi Jerman dan Indonesia dalam konperensi yang bertema Toward the Sustainability of Energy in Indonesia: Hydrocarbon Outlooks and Trends of Renewable Energy ini mempunyai pandangan yang sama. Indonesia, mempunyai potensi yang sangat besar untuk mengembangkan EBT seperti panas bumi (geothermal), tenaga air (hydro), energi cahaya, energi angin dan biomassa, dalam rangka kelangsungan ketersediaan energi.
Proyeksi penggunaaan EBT pada tahun ini sebesar 4,4%; masih dianggap jauh di bawah pemanfaatan energi fosil seperti batubara (30,7%), minyak bumi (43,9%) dan gas bumi (21%). Pemerintah Indonesia juga telah menetapkan target untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan menjadi 17% pada tahun 2025. Bahkan, Kementerian ESDM telah menetapkan visi EBT 25/25, yaitu persentase penggunaan EBT pada tahun 2025 bisa 25% dari penggunaan seluruh energi.
Pengembangan EBT memiliki beberapa kelebihan diantaranya biaya operasional yang rendah, tidak mengenal masalah limbah, dan tidak menyebabkan kenaikan temperatur bumi. Namun, pengembangan energi ini tidak terlepas dari berbagai hambatan yang perlu segera dicarikan solusinya, antara lain masih rendahnya harga jual energi fosil, rekayasa dan teknologi yang masih harus impor dari luar negeri serta biaya investasi yang tinggi.
Terkait ini, konperensi memandang pentingnya pengembangan upaya seperti peningkatan kemampuan SDM, khususnya melalui kalangan universitas dengan pembentukan center of excellence untuk masing-masing jenis energi terbarukan. Diperlukan upaya-upaya yang lebih untuk mendorong institusi pendidikan dan riset melakukan pengembangan tersebut. Upaya ini diperkirakan memerlukan waktu dan menuntut perhatian yang lebih dari para pemangku kepentingan.
Selain itu, kerjasama dengan negara lain yang mempunyai keunggulan teknologi di bidang ini merupakan suatu hal yang sangat penting. Dalam kaitan ini, Jerman telah menyatakan  keinginannya untuk menjadi mitra RI dalam pengembangan energi terbarukan.
Langkah-langkah positif pun telah dilakukan oleh kalangan pengusaha kedua negara. Selain pendantanganan MOU antara GE Energy dan Ephindo Energy Private Limited, beberapa perusahaan RI-Jerman menjajaki kerjasama teknologi energi terbarukan yang bisa dimanfaatkan di Indonesia, antara lain pengembangan solar panel untuk perumahan di Indonesia.
Karya Tulis Ilmiah
Konperensi  menjadi semakin bermakna karena membahas berbagai isu terkait pengembangan energi terbarukan di Indonesia dengan melibatkan kalangan pemerintah, akademisi, institut riset, pengusaha, dan peran aktif generasi penerus bangsa Indonesia yang sedang menempuh studi baik di  dalam maupun luar negeri (antara lain Inggris, Jepang, Swedia, Norwegia dan Belanda). Peran nyata dari generasi muda dalam memikirkan masa depan bangsa sangat menonjol. Hal ini terlihat dari 120 paper terkait pengembangan energi terbarukan di Indonesia yang diterima oleh panitia, dimana  sebanyak  30 paper telah terpilih untuk dipresentasikan dalam konperensi.
Berdasarkan kriteria yang ditetapkan (diantaranya pengorganisasian dan comprehensiveness), memutuskan pemenang kontes karya tulis ilmiah. Penyaji paper terbaik untuk kategori mahasiswa undergraduate adalah Dyah Raysa Laksitoresmi (IPB Bogor) dengan topik “Gel Biothanol Made From Seaweed Industrial Waste With Carboxymethylcellulose (CMC) Thickening Agent as Alternative Household Cooking Fuel“, sedang untuk kategori graduate adalah Maria Elfani (London Metropolitan University) dengan topik “Renewable Energy and Its Impact on Employment in Indonesia“. Suwarno, mahasiswa asal ITS Surabaya yang sedang belajar di Norwegia dengan topik “Modified Lithium Borohydride for Mobile Hydrogen Storage“ berhasil menyabet penghargaan untuk kategori topik paling mempunyai prospek untuk diterapkan di Indonesia di masa depan. Penghargaan kepada para pemenang disampaikan oleh Adolf Guggemos, Manajer Pemasaran Wilayah Asia, Voith Hydro Holding GmbH & Co.KG Jerman.
Para mahasiswa merasa senang karena nantinya mereka mempunyai kesempatan untuk menerapkan keterampilan yang diperoleh di Jerman, Indonesia atau menciptakan kesempatan kerja di negara lain, dengan  memanfaatkan jasa dari Pusat untuk Integrasi dan Migrasi (CIM). Lembaga tersebut selain memberikan jasa bantuan keuangan, juga menyediakan jasa informasi dan konsultasi, penempatan kerja, dan jejaring.
Pada sesi penutupan, Dubes RI untuk Republik Federal Jerman, Eddy Pratomo, menyampaikan rasa bangganya kepada para mahasiswa generasi penerus bangsa. Di sela-sela menumpuh studi, masih menyempatkan dirinya untuk  ikut memikirkan permasalahan bangsa dan memberikan masukan yang relevan terhadap masa depan bangsa dalam topik yang sedang hangat di dunia, energi terbarukan. Lebih lanjut, Dubes mengharapkan adanya tidak lanjut dari  konperensi atau penyelenggaraan secara berkesinambungan.

Penutupan dimeriahkan dengan penampilan Piano Duet Sonja Sungkono dan Shanti Sungkono yang telah berkali-kali mengisi acara-acara besar di Berlin dan mendapatkan sambutan tepuk tangan meriah dari para peserta (Sumber: KBRI Berlin).



No Responses Yet to “Konperensi energi”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: