Cara bermobil para pencinta…!

15Jul09

ext_image1Akhir-akhir ini saya sering mendengar beberapa orang yang membicarakan tentang bagaimana bersahabat dengan alam, bersahabat dengan lingkungan. Bahkan ada yang menyarankan kalo bersahabat dengan lingkungan seseorang seharusnya menjadi vegetarian (tidak makan daging). Seperti kita tahu daging didapat dari sapi dan sejenisnya. Peternakan sapi menghasilkan  methane, dan methane adalah penyumbang GHG, yang menyebabkan pemanasan global. Boleh jadi itu benar, tapi menurut IPCC penyumbang terbesar global warming masih gas-gas pencemar dari transportasi dan industri semacam CO2 dan CO.

Oleh karena itu, dan tentu saja dalam hal mereduksi gas pencemar itu semua orang bisa berpartisipasi meski tidak vegetarian. Enak kan?  masih makan sate, gulai dan kawan-kawannya… Tujuan lain yang juga sangat penting adalah; menghemat energi fosil kita yang semakin hari stock-nya smakin menipis. Jadi tulisan ini akan membahas bagaimana cara bermobil seorang pecinta lingkungan (sebutlah kemudian begitu)

Barangkali   sebagain orang yang  belum tahu, bahwa kurang lebih hanya 10% energi dari bensin yang terbakar di mesin mobil benar-benar untuk memindahkan mobil dari tempat satu ke tempat lain. 90% lainnya hilang disebar ke lingkungan dan  plus sedikit persen untuk CD player dan AC..itu pun kalo tidak macet cet!. Misalkan sedan yang kira-kira beratnya 10 kali berat rata-rata  seorang manusia, then should I calculate berapa % energi bensin yang sebenarnya digunakan oleh satu orang untuk berpindah dari tempat A ke tempat B? Wow…! oh tapi ketahuan sudah, bahwa  sebagain besar energi bensin itu hilang, dan parahnya setiap liter bensinnya mencemari udara (gas buang CO, CO2 dan kawan kawannya!)

Jadi sebenarnya ke mana energi dari bensin kita itu, dan bagaimana supaya lebih efficient dan bersahabat dengan lingkungan.

Pertama, tentu efisiensi mesin sendiri, yaitu efisiensi pembakaran. Sampai saat ini menurut EPA, mesin internal combustion engine (ICE) mempunyai efisiensi sebesar 37.9 %. 62.1 % energi bensin “musnah”  dalam pembakaran.  Jadi kalo bensin yang terbakar berjumlah tertentu yang nilai energinya, misalnya 100 MJ (mega joule), maka hanya 37.9 MJ yang didapat dan dan digunakan untuk menggerakkan mobil.

Kedua, Saat seorang pengemudi menginjak pedal gas, ada kehilangan energi untuk melawan berat mobil sendiri. Loss- nya adalah berat mobil dikalikan accelerasi mobil (m/detik kuadrat) dibagi dengan waktu dari diam (0 km/jam) ke kecepatan yang dikehendaki (misalkan 60 km/jam). Jadi karena waktu sebagai pembagi, maka semakin lama mobil bergerak dari 0 ke 60 km/jam (semakin pelan pengemudi menginjak gas) maka makin iritlah mobil itu. Oleh karena itulah berkendara di kota yang macet, banyak lampu lalu lintas, itu jauh lebih boros dari berkendara di kota yang sepi. atau dengan kata lain, nginjak gas-ngerem itu benar-benar membuat boros.

Ketiga, saat mobil jalan, ada dua hambatan yang bikin energi bensin mobil “hilang”:

  1. Aerodinamic drag force, sepertinya kalo mahasiswa mesin mekanika fluida tahu apa ini drag force. Saya cuma tahu sedikit. Tapi pastinya drag force ini adalah parameter aerodinamika (apa lagi coba..?). Intinya sih bentuk mobil dan kecepatan berpengaruh terhadap berapa drag force ini. Drag force adalah fungsi kecepatan mobil. Jadi semakin lambat seseorang berkendara, maka  akan mereduksi drag force ini. Taruhlah mengurangi kecepatan rata rata dari 70 km/jam ke 50 km/jam akan menghemat bensin kalian.
  2. Rolling ressitance, adalah energi yang terbuang untuk menghadapi gravitasi, selain itu rolling resistance ada hubungannya dengan kondisi ban (interaksi ban dan jalan). Karena gravitasi selalu berhubungan dengan berat maka semakin ringan mobil seseorang maka semakin kecil rolling resistance-nya. Tak heran, jika sekarang di dunia juga lagi nge-trend penelitian pada apa yang disebut weigth reduction untuk automobile, seperti penggunaan sejumlah aluminum dan mengurangi fraksi baja pada badan mobil. Karena rolling resistance adalah fungsi ban juga, maka memompa ban sesuai standart operasional mobil juga membantu menghemat bahan bakar.

Itulah kira-kira kemana saja energi bahan bakar jika kita bermobil. Jadi kesimpulan berikut bisa juga adalah ciri-ciri para pecinta lingkungan:

Satu, Kalau beli mobil ia memperhatikan konsumsi bahan bakar per kilometer atau berapa kilometer/1liternya, di amerika disebut mils per gallon atau MPG. Semakin besar MPG semakin bagus, selain bersahabat dengan lingkungan juga secara ekonomi (uang) lebih hemat.

Kedua, selalu berkendara dengan santai di jalan, mengatur kecepatan, ngegas pelan, ngerem juga pelan. Dan menghindari kemacetan, pergi pagi pulang malam.!?

Ketiga, mengusahakan naik kendaraan umum  atau berganti mode kendara yang lain misal sepeda, kalo jarak tempuh kantornya dan rumah tak terlalu jauh.

So begitulah ceritanya, semoga bermanfaat. Di kesempatan lain saya akan menulis tentang mobil hybrid? Kenapa hybrid kenapa tidak kendaraan bertenaga hydrogen atau listrik?

salam

w…

NB: Gambar Prius 2010 didapat dari http://www.toyota.com



No Responses Yet to “Cara bermobil para pencinta…!”

  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: