Baja tahan karat: tren dan aplikasi

13Jul09

Tulisan pendek ini kurang lebih akan menjawab pertanyaan, bagaimana applikasi stainless steel di dunia industri? Bagaimana kecenderungan (trend) produksi stainless steel di dunia?

Seperti banyak diketahui oleh mahasiswa mesin, terutama yang pernah mengambil matakuliah pengetahuan bahan, dan metalurgi, yang dimaksud dengan stainless steel (baja tahan karat) adalah baja dengan paduan krom lebih dari 10.5% berat atau beberapa literature menyebut lebih dari 11%. Bagi yang ingin mendapatkan informasi dasar tentang stainless steel bisa didapat di laman Outokumpu, yang merupakan produsen baja tahan karat. Di laman lain seperti hal nya di The Australian Stainless Steel Development Association (ASSDA) juga bisa didapat informasi yang lebih mendetail tentang sifat mekanik baja tahan karat. Di laman milik Cambridge juga bisa dilihat penjelasan agak lebih detail.

Filosofi dasar dari penggunaan material di dunia industri mempertimbangkan beberapa faktor. Berkaitan dengan aplikasi baja tahan karat pada rekayasa industri mechanical, ada tiga faktor penting yaitu apa yang biasa dikategorikan sebagai sifat mekanik material, ketahanan korosi dan cost. Tentunya selalu ada process trade-off dalam ketiga faktor itu. Misalnya untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan korosi local (ex: pitting corrosion) akibat lingkungan yang agresif maka 316 lebih banyak dipilih dibanding 304, meski cost dari 316 lebih mahal. Sedangkan pada aplikasi yang cukup sederhana misalnya pada tangki air yang membutuhkan ketahanan korosi normal, maka 304 bisa menjadi pilihan, di mana harga 304 memang relatif murah.

Bagaimana distribusi penggunaan stainless steel? Peralatan rumah tangga atau lebih luas lagi disebut ketogori consumer goods menyerap 26% dari produksi baja tahan karat di dunia seperti yang terlihat pada tabel 1. Sebagain besar produksi yaitu, 74 % digunakan dalam dunia industri. Sektor yang paling banyak menyerap baja tahan karat pada kategori ini adalah industri food and baverages sebanyak 25% dari total produksi, dan 20% pada industri minyak dan gas. Perihal component-component spesifik apa yang diproduksi dengan bahan baku stainlees steel dapat di browse di laman ISSF, dimana akan ditemui list aplikasi pada masing sektor. Pada laman itu pembahasan aplikasi stainless steel cukup comprehensive, termasuk terdapat beberapa video dan file animasi yang cukup menarik.

Tabel 1. Aplikasi stainless steel di dunia
Distribusi aplikasi SS di dunia

Bagaimana dengan permintaan stainless steel di dunia? Gambar satu saya ambil dari presentasi Deputy CEO Outokumpu steel (Outokumpu adalah produsen besar stainless steel di Eropa). Seperti yang terlihat pada gambar 1 demand stainless steel terus naik sejak tahun 80- an hingga saat ini. Kenaikan itu cukup signifikan dibanding dengan permintaan jenis metal yang lain termasuk di dalamnya baja. Meski secara volume baja carbon masih mendominasi applikasi metal di dunia. Pada tahun 2008 produksi crude stainless steel mencapai sekitar 25 juta metric tons.
Permintaan SS
Gambar 1. Permintaan Stainless Steels di dunia: Sumber Outokumpu

Dari total produksi stainless steel sepanjang tahun sampai saat ini, seri 304 masih mendominasi. Hal ini disebabkan karena seri 304 masih begitu luas dipakai di banyak aplikasi industri. Seperti terlihat pada gambar 2, produksi terbesar stainless steel adalah seri 304. Sedangkan jenis lain seperti 316 hanya 8%. Seri yang sdisebut sebagai new 200 diproduksi 11% dari total produksi. Hal ini disebabkan seri 200 lebih sedikit menggunakan paduan nikel dibanding dengan seri 304. Seperti kita tahu harga nikel terus meroket di pasar dunia, yang mengakibatkan ongkos produksi stainless steel seri 304 menjadi naik. Oleh karena itu seri new 200 yang tinggi %Mn dapat mereduksi total cost. Meskipun begitu, sampai saat sini dapat diketahui bahwa seri 304 masih mendominasi pasar stainless steel dunia.

Proporsi SS304
Gambar 2. Stainless worldwide crude production in 2004 by grades dari sini

Salah satu penyebab terbatasnya aplikasi baja tahan karat selain 304 adalah karena faktor cost. Pada gambar 3 terlihat level harga SS304 berada dibawah SS316. Hal ini disebabkan oleh adanya paduan Ni yang rata rata lebih tinggi dibanding pada SS304, selain juga adanya paduan lain i.e. Mo pad SS316. Kondisi harga ini tentunya akan mempengaruhi proporsi pemakaian seri-seri stainless steels oleh industri.

harga SS
Gambar 3. Perbandingan harga stainless steel seri 304 dan 316
Diolah dari : http://www.meps.co.uk/

Sebagai kesimpulan singkat dapat dikatakan bahwa permintaan stainless steel dunia sejak tahun delapan puluhan mengalami peningkatan. SS 304 menjadi seri yang paling banyak diserap industri dibandingkan dengan seri stainless steel yang lain. Atau dengan kata lain, sampai saat ini aplikasi industri untuk SS 304 masih terlalu dominan.



3 Responses to “Baja tahan karat: tren dan aplikasi”

  1. 1 tri hadi susilo

    makasih info nya…
    aku jadi gak repot mesti kotak katik buku…hehe

  2. 2 pitra

    makasih atas artikelx sangat membantu sekali.

  3. 3 achmad sedijono

    artikelnya bagus, tks


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: